Tugas Ilmu Budaya Dasar - Bab III
ILMU BUDAYA DASAR
TUGAS SOFTSKILL
Disusun oleh:
Dayana Budi Sabilla
12214569/1EA35
MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2014
BAB III
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
3.1.
PERTUMBUHAN
INDIVIDU
Pengertian Individu
Kita sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling
sempurna hidup di dunia ini tidak mungkin sendiri atau secara individual.
Menurut saya pribadi, kata “individual” berasal dari kata dasar yaitu individu.
Sebenarnya apa arti dari individu itu sendiri? Individu berasal dari bahasa
latin, “individuum” yang berarti “tak terbagi”. Individu tidak berarti manusia
sebagai satu-suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas, yaitu sabagai manusia perseorangan. Menurut ilmu
social, individu mendorong penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan kehidupan
yang istimewa. Jadi secara harfiah, individu adalah seorang manusia tidak hanya
mempunyai suatu peranan yang khas dalam lingkungan sosialnya, justru mempunyai
kepribadian dan polah tingkah laku yang khusus dirinya.
Pengertian Pertumbuhan
Dapat dikatakan pertumbuhan itu adalah suatu proses
perubahan yang menuju lebih dewasa atau matang (usianya). Berbagai
pernyataan-pernyataan pun mengenai pertumbuhan bermunculan seperti ;
a. Menurut
para ahli asosiasi berpendapat, pertumbuhan pada dasarnya adalah proses
asosiasi. Maksudnya, proses-proses asosiasi ini terikat satu sama lain
menjadi keseluruhan oleh asosiasi. Dapat disimpulkan proses asosiasi
adalah terjadinya perubahan pada diri seseorang secara tahan demi tahap berdasarkan
pengalaman pribadi yang menimbulkan rasa reflexionis.
b. Menurut
ahli psikologis Gestalt, pertumbuhan ialahproses diferensiasi (perbedaan).
Proses ini bisa disebut juga proses perubahan secara perlahan-lahan pada
manusia untuk mengenal sesuatu secara keseluruhan lingkungan yang ada.
c. Menurut
ahli sosiologi, pertumbuhan ialah proses sosialisasi yang suatu proses
perubahan dari sifat-sifat dasar yang asocial. Pandangan pertumbuhan bagi ahli
sosiologi inilah kita lebih mengenal apa itu proses pertumbuhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Factor-faktor yang membahas pertumbuhan ada 3 golongan
yaitu :
1. Pendirian
nativistik
Beberapa para ahli mengemukkan pada golongan ini,
bahwa pertumbuhana individu itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang
dibawa sejak lahir.
2. Pendirian
Empiristik dan Enviromentalistik
Pendapat ini agak sedikit contrast(berlawanan) dengan
pendapat nativistik. Para ahli ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu
semata-mata tergantung pada lingkunag sedang dasar atau bawaan dari lahir tidak
berperan sama sekali.
3. Pendirian
Konvergensi dan Interaksionisme
Banyak para ahli yang mengikuti pendapat ini karena
berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan
lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu itu sendiri.
Tahap pertumbuhan individu berdasar psikologi, berarti
pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa melalui beberapa
tahap-tahapan :
a. Masa
vital (masa bayi) yaitu dari 0.0 sampai 2.0 tahun
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi
biologis(terutama mulut) untuk menemukan berbagai hal yang belum dikenal dalam
dunianya serta anak bisa memasukkan benda apa saja yang dijumpainya lalu
dimasukkan kedalam mulut.
b. Masa
estetik yaitu 2.0 sampai 7.0 tahun
Masa estetik ini dianggap sebagai masa rasa keindahan
karena masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi panca indera.
c. Masa
intelektual yaitu 7.0 sampai 13.0 atau 14.0 tahun
Masa intelektual bisa sering disebut masa keserasian
bersekolah. Disini pertumbuhan anak melewati proses sosialisasinya berada di
lingkungan sekolah.
d. Masa
social yaitu 13,0 atau 14,0 tahun sampai 21,0 tahun
Masa social disebut juga dengan masa remaja
dikarenakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat.
3.2.
FUNGSI KELUARGA
Keluarga merupakan unit terkecil
dalam masyarakat yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak serta bebarapa orang lain
yang masih terikat dalam hubungan darah dan saling ketergantungan atau
membutuhkan satu sama lain. Setiap anggota keluarga mempunyai peranannya
masing-masing. Ayah sebagai kepala keluarga berperan melindungi istri dan
anak-anaknya. Seorang ayah juga berperan sebagai pengambil keputusan. Ibu
sebagai istri berperan melindungi dan mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih
saying. Dan anak hanya bertugas untuk berbakti kepada orangtua dan menjalankan
segala petunjuk-petunjuk atau perintah yang telah diberikan orangtua agar bisa
menjadi anak yang membanggakan.
Ada beberapa fungsi yang dapat
dijalankan setiap keluarga agar bisa terbentuk keluarga yang harmonis. Fungsi
tersebut, diantaranya:
Fungsi Pendidikan. Orangtua sebagai anggota keluarga berfungsi untuk mendidik
anak-anak, dengan menyekolahkan mereka sampai ke jenjang yang tinggi. Selain
pendidikan formal, keluarga juga bisa memberikan didikan informal diluar
sekolah. Hal ini dilakukan Agar kelak mereka bisa menjadi anak-anak yang
berguna bagi keluarganya sendiri maupun bangsa dan Negara.
Fungsi Religius. keluarga juga berfungsi memperkenalkan agama atau keyakinan
kepada ana-anak sejak mereka masih kecil. Orangtua wajib menanamkan nilai-nilai
agama kepada anak-anak mereka untuk bekal kehidupan setelah di dunia ini.
Karena harus kita ingat bahwa tidak selamanya manusia hidup di dunia.
Fungsi Ekonomi. Fungsi ekonomi ini harus dijalankan oleh kepala keluarga.
Ayah sebagai kepala keluarga wajib untuk bekerja mencari nafkah untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Namun, di zaman emansipasi wanita sekarang
ini tidak jarang kita lihat ada ibu-ibu yang turut membantu memenuhi kebutuhan
keluarga dengan bekerja sebagai wanita karier.
Fungsi Sosialiasasi. Keluarga mempersiapakan anak untuk menjadi masyarakat yang
baik. sebagai makhluk social, kita pasti saling membutuhkan satu individu
dengan individu yang lain, oleh karena itu, keluarga mempersiapakan anak agar
bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dengan cara menanamkan
nilai-nilai moral yang baik dan memberikan contoh etika-etika yang baik dalam
kehidupan bermasyarakat.
Fungsi Perlindungan. Dalam hal ini setiap anggota keluarga wajib memberikan
perlindungan kepada anggota keluarga yang lain. Agar mereka merasa aman, nyaman,
dan terlindungi. Karena jika dalam keluarga sendiri saja mersa tidak aman,
kemana lagi anggota keluarga mencari perlindungan?!
Fungsi Biologis. fungsi ini dijalankan untuk meneruskan keturunan. Agar
tebentuk generasi penerus yang bisa mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada
dalam keluarga.
Selain fungsi-fungsi yang saya
sebutkan diatas, ada juga fungsi yang tak kalah pentingnya yaitu fungsi
memberikan kasih sayang, perhatian, hiburan. Jika peran dan fungsi-fungsi ini
dijalankan oleh setiap keluarga insya Allah akan terbentuk keluarga yang
harmonis dan sejahterah. Dengan terbentuknya keluarga yang harmonis maka akan
timbul kebahagiaan, sedangkan keluarga yang tidak harmonis akan menimbulkan
banyak masalah-masalah. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan keharmonisan di
dalam lingkugan keluarga agar kehidupan ini dipenuhi kebahagiaan.
3.3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
Pengertian
Keluarga
Ada beberapa pandangan atau anggapan
mengenai keluarga. Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya
perkawinan pria dan wanita. Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai
keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasrat atau nafsu berkuasa.
Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga
sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga.
Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat
bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu
turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,
esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk
memuliakan masing-masing anggotanya.
Pengertian
Masyarakat
Masyarakat (yang diterjemahkan dari istilah society) adalah
sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya,
dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu yang terdapat dalam
kelompok tersebut. Kata "masyarakat" berakar dari bahasa Arab,
musyarakah. Arti yang lebih luasnya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah kelompok atau
komunitas yang interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang
satu dengan lainnya. Pada umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu
sekelompok individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Golongan Masyarakat
Masyarakat
Sederhana.
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam.
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam.
Masyarakat
Maju.
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Perbedaan Antara Masyarakat
Non-industri dan Masyarakat Industri.
Masyarakat
non Industri.
Secara garis
besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat
digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan
kelompok sekunder (secondary group).
Kelompok
Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksidalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan tugas idak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya.
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksidalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan tugas idak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya.
Kelompok
sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut dedikasi.
Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah dif lot dalam program-program yang telah disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya.
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut dedikasi.
Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah dif lot dalam program-program yang telah disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya.
Masyarakat
Industri
Jika
pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat
semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan
antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi
sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat
industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus
yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
3.4.
HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU KELUARGA, DAN
MASYARAKAT
Makna Individu
Kita sebagai manusia disebut juga dengan
makhluk individu karena kita sebagai manusia tidak bisa dibagi-bagi anatara
jiwa dan raga kita, jadi seluruh jiwa dan raga kita menyatu menjadi
satu-kesatuan. Dan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), makna individu
ialah pribadi yang hidup berdiri sendiri.
Makna keluarga
Keluarga adalah suatu kelompok yang
penting dalam setiap individu didalam kehidupan bermasyarakat. Menurut kamus
besar bahasa Indonesia (KBBI), keluarga ialah seisi rumah yang terdiri dari
ibu, bapak beserta anak-anaknya. Makna keluarga mempunyai sifat-sifat tertentu
dalam satuan masyarakat, yaitu :
1. Hubungan
suami-istri
2. Hubungan
perkawinan suami istri harus diadakan dan dipelihara
3. Menyusun
nama-nama dan mencari istilah-istilah serta menghitung keturunan
4. Ha
dan kewajiban para anggota keluarga
5. Pada
umumnya keluarga tinggal dalam satu rumah bersama.
Makna masyarakat
Makna masyarakat dalam kamus besar
bahasa Indonesia ialah sejumlah manusia terikat oleh suatu kebudayaan yang
mereka anggap sama.
Jadi, hubungannya antara individu, keluarga dan masyarakat ialah
seorang/sejumlah manusia yang jiwa dan raga tidak dapat dibagi-bagi dan terikat
oleh suatu kebudayaan adat istiadat yang sama dalam berkehidupan sosialisasi
bermasyarakat.
3.5.
URBANISASI DAN PROSES TERJADINYA URBANISASI
Urbanisasi ialah masalah
yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara
desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial
kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung
dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak
hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu
masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Proses Terjadinya Urbanisasi di karenakan faktor urbanisasi, antara lain factor – factor urbanisai
di bagi menjadi 3 yakni :
A. Faktor
Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang lebih modern
2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan
berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di
desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1. Memoderenisasikan warga desa
2. Menambah pengetahuan warga desa
3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
Contoh Kasus Permasalahan yang Terjadi dalam Keluarga
Polisi Tangkap Pemerkosa Anak Dibawah
Umur
Pemerkosan Anak di bawah umur kembali
terjadi. Kali itu musibah itu menimpa Kenanga, 12 tahun, bukan nama sebenarnya
di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Pemerkosaan yang sudah empat kali terjadi
itu, baru dilaporkan korbannya setelah dia tidak diberi uang untuk membeli mie
instan oleh tersangka, Jumat (12/5) malam. Junawan, 21 tahun, tersangka kasus
pemerkosaan ini mengaku telah memperkosa Kenanga sejak April lalu. Dia merasa
tergoda ketika menonton TV bersama di rumahnya. Kebetulan, Kenanga tinggal satu
atap dengan Junawan. Orangtua Kenanga mengontrak rumah di lantai satu, milik
orang tua Junawan. Dan, Keluarga Junawan tinggal di lantai atas. Keluarga itu
juga menggunakan akses keluar masuk melewati rumah di lantai satu itu. Menurut
Junawan, pemerkosaan biasa dilakukan sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 siang.
Karena pada saat itu rumah dalam keadaan sepi. Orang tua Kenanga sedang
bekerja. Begitu pula dengan orang tua Junawan yang berdagang daging pergi ke
pasar, sedangkan dua adiknya sekolah. “Pada awalnya dia (korban) memberontak,
tetapi selanjutnya tidak. Saya selalu mengancamnya bila berani mengadu,” ujar
Junawan. Seusai melakukan pemerkosaan, Junawan selalu memberikan uang kepada
Kenanga Rp 10 ribu. Jumat kemarin, kata Junawan, Kenanga minta uang kepadanya
untuk membeli mie instan. Karena tak diberi, Kenanga mengadukan perbuatan
Junawan kepada orang tuanya. Orang tua Kenanga melaporkan kasus itu ke polisi.
Petugas Polsek Cengkareng menangkap Junawan dini hari ini di rumahnya. Kini
pemuda pengangguran itu mendekam di sel tahanan Polsek Cengkareng.
ABIAND, PENDUDUK, MASYARAKAT DAN
KEBUDAYAAN. http://abiand.wordpress.com/tugas/1-penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan/.
Diakses pada tanggal 12 Oktober 2014 pukul 13.07
WIB.
SARAH, PERTUMBUHAN INDIVIDU.
http://saarahku.blogspot.com/2013/10/pertumbuhan-individu.html.
Diakses pada tanggal 12 Oktober 2014 pukul 13.26
WIB.
LIA, FUNGSI KELUARGA. http://liaambar.wordpress.com/2010/10/19/fungsi-keluarga/.
Diakses pada tanggal 12 Oktober 2014 pukul 13.36 WIB.
SARAH, INDIVIDU, KELUARGA DAN
MASYARAKAT. http://saarahku.blogspot.com/2013/10/hubungan-antara-individu-keluarga-dan.html.
Diakses pada tanggal 12 Oktober 2014 pukul 14.03 WIB.
Komentar
Posting Komentar