Budaya Organisasi dan Kendala dalam Kinerja Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Seiring
dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan hidup
manusia kian berkembang pula. Tidak hanya kebutuhan akan sandang, papan,
pangan, pendidikan dan kesehatan saja. Kebutuhan akan mempercantik diri pun
kini menjadi prioritas utama dalam menunjang penampilan sehari-hari. Salah satu
cara untuk mengubah penampilan atau mempercantik diri yaitu dengan menggunakan
kosmetika.
Keinginan
untuk mempercantik diri secara berlebihan, salah pengertian akan kegunaan
kosmetik, menyebabkan seseorang berbuat kesalahan dalam memilih dan menggunakan
kosmetik tanpa memperhatikan kondisi kulit dan pengaruh lingkungan. Hasil yang
didapatkan tidak membuat kulit menjadi sehat dan cantik, tetapi malah terjadi
berbagai kelainan kulit yang disebabkan oleh penggunaan kosmetika tersebut.
Gaya hidup yang kini terjadi pada masyarakat baik masyarakat kota maupun desa,
tidak hanya dikalangan anak remaja tetapi juga dikalangan orang dewasa. Hal
tersebut membuat para produsen kosmetik berlomba-lomba mempromosikan produknya,
salah satunya melalui iklan.
“Menurut
Rachmi Primadiati (2001:74)” Kosmetika merupakan suatu bahan yang dapat
digunakan untuk mempercantik atau merawat diri. Secara definitif kosmetika
diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari kandungan bahan dan manfaat yang
dihasilkan oleh pemakaian bahan tersebut terhadap penampilan dan kecantikan
seseorang.
Berdasarkan
pengamatan sekilas, sekarang ini ibu-ibu cenderung memiliki masalah dengan
kulit, terutama kulit wajah yaitu timbulnya hiperpigmentasi atau noda
hitam. Hiperpigmentasi timbul karena adanya berbagai sebab antara
lain faktor usia, perawatan yang salah, paparan sinar matahari secara langsung,
penggunaan alat kontrasepsi dan kesalahan penggunaan kosmetik. Adanya kecenderungan
untuk mengkonsumsi kosmetika pemutih pada masyarakat membuat produsen kosmetika
bersaing dalam memproduksi dan mempromosikan produk kosmetika pemutih. Kecantikan semakin berkembang dan berkembang dari masa ke
masa, bukan lagi hanya menjadi sebuah keinginan, melainkan sudah menjadi sebuah
kebutuhan yang akhirnya berdampak pada semakin meningkatnya industry kosmetik
di dunia, termasuk juga di Indonesia. Indonesia tidak terlepas dari gaya
hidup modern saat ini. Hal ini terbukti dari
tingginya produksi kosmetik di Indonesia, dimana dari tahun ke tahun
penjualannya semakin meningkat dan meningkat baik kosmetik produksi dalam
negeri, maupun kosmetik impor.
Kementerian Perindustrian
menyatakan penjualan dari industri kosmetik di Indonesia tahun ini tumbuh 12,9
persen dibandingkan tahun lalu. Ekspor kosmetik tahun ini diperkirakan mencapai
US$ 406 juta atau naik 20 persen dari tahun lalu (http://www.tempo.co/, 11/12/2012).
Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa memang perkembangan industri kosmetik
di Indonesia berkembang pesat dalam penjualannya baik dalam negeri maupun ke
luar negeri. Kosmetik yang berkembang pesat di Indonesia tidak hanya kosmetik produksi
dalam negeri, melainkan juga dengan kosmetik impor. Seperti yang disampaikan
oleh Ketua Perkosmi (Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia) bahwa penjualan produk kosmetik impor pada tahun ini diperkirakan
meningkat 30% menjadi Rp 3,17 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 2,44 triliun,
menurut asosiasi industri. Peningkatan tersebut dipicu kenaikan volume
penjualan serta penurunan tarif bea masuk seiring perjanjian perdagangan bebas
(http://www.indonesiafinancetoday.com/, 22/01/2013).
Seiring dengan semakin meningkatnya
penjualan kosmetik impor, maka akan semakin menekan kosmetik produksi dalam
negeri dan mengakibatkan produsen kosmetik dalam negeri harus bekerja ekstra
untuk semakin meningkatkan penjualan agar tidak tehimpit dengan tekanan
kosmetik impor.
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Singkat
Perusahaan
Toko Kosmetik “King’s Cosmetic”
adalah sebuah toko yang berlokasi di Pasar Babelan Lantai 1 Blok F No.68, Bekasi Utara. Usaha ini didirikan pada tanggal 10 September 2008 oleh
ibu Selly selaku pemilik usaha. Pada awalnya usaha ini hanya dikerjakan sendiri
oleh Ibu Selly dan seiring berjalannya waktu Ibu Selly merekrut 4 pegawai
karena banyak yang meminati kosmetik yang ditawarkan. Dan usaha ini terus
berkembang hingga sekarang.
Sturuktur
Organisasi
Pesaing
Toko
Kosmetik “King’s Cosmetic” Memiliki beberapa pesaing yang berada dalam satu
lingkup pasar diantaranya Toko Kosmetik “Mega Cosmetic” dan “Yani Cosmetic”.
Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi para pesaing yaitu:
a.
Menawarkan product dengan harga
terjangkau
b.
Memberikan diskon pada event tertentu.
c.
Stock barang lengkap.
d.
Memberikan potongan harga untuk
pembelian grosir.
e.
Setiap pembelanjaan min Rp.100.000
mendapat hadiah tas kosmetik cantik.
Budaya
Organisasi
Kendala
adalah Suatu hambatan yang Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 667)
mendefinisikan pengertian kendala adalah halangan rintangan dengan keadaan yang
membatasi, menghalangi atau mencegah pencapaian sasaran.
Budaya
organisasi dalam toko kosmetik “King’s cosmetic” memiliki Indikator-indikator
untuk mengukur permasalahan yang sedang dialami oleh organisasi.
a)
Tuntuan kerja
Harus
professional dalam bekerja, pegawai harus cekatan dan menerapkan Sopan santun
serta ramah dalam melayani pelanggan.
b)
Hubungan Interpersonal di tempat kerja
Harus
menjaga hubungan baik dengan atasan, antar pegawai serta pelanggan.
c)
Kinerja
Pegawai
harus bekerja secara efektif dan bertanggung jawab.
Toko
Kosmetik King’s Cosmetic memiliki peraturan:
1.
Jam kerja buka jam 10 pagi sampai dengan
jam 4 sore.
2.
Tidak boleh ada yang mencuri
3.
Harus melayani pelanggan dengan sopan
dan ramah.
4.
Memakai seragam sesuai jadwal yang
ditentukan.
Kendala
dalam Kinerja Bisnis
Kendala
adalah Suatu hambatan yang Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 667)
mendefinisikan pengertian kendala adalah halangan rintangan dengan keadaan yang
membatasi, menghalangi atau mencegah pencapaian sasaran.
Dalam
merintis Toko Kosmetik “King’s Cosmetic” ada kendala-kendala yang dihadapi
dalam mencapai kesuksesannya, yaitu:
Pada
saat hujan toko sepi dan pemasukan berkurang.
·
Pengiriman barang telat.
·
Stock barang di distributor kosong.
·
Menaiknya biaya sewa.
·
Menaiknya harga di distributor.
·
Pengembalian Refund barang lama.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kosmetika
merupakan suatu bahan yang dapat digunakan untuk mempercantik atau merawat
diri. Secara definitif kosmetika diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari
kandungan bahan dan manfaat yang dihasilkan oleh pemakaian bahan tersebut
terhadap penampilan dan kecantikan seseorang. Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda. Suatu
budaya organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai
sejumlah fungsi dalam organisasi yaitu, budaya menciptakan pembeda yang jelas
antara satu organisasi dengan organisasi yang lain, budaya membawa suatu rasa
identitas bagi anggota perusahaan, budaya memudahkan tercapainya komitmen yang
lebih luas terhadap kepentingan bersama dari pada kepentingan individual dan
budaya meningkatkan kemantapan sistem sosial.
Daftar
Pustaka
Rachmi
Primadiati. 2001. Kecantikan, Kosmetika
dan Estetika. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Robbins,Stephen
P ., Judge, Timothy A. 2008. Perilaku
Organisasi Buku 2. Jakarta: Salemba Empat

Komentar
Posting Komentar