“ MATERI 9 : PRESENTASI BISNIS “





Disusun oleh:
Kelompok 9
Dayana Budi Salsabila (12214569)
Nur Farida (18214153)
Nuraini (18214195)





KELAS 4EA44
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
Mata Kuliah: Komunikasi Bisnis
Dosen: Tantyo Setyowati


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam tugas mata kuliah softskill “Komunikasi Bisnis”.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Bekasi, Oktober 2017
Penyusun
















BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Presentasi dilakukan untuk menyampaikan informasi atau pemikiran-pemikiran baru mengenai suatu masalah agar dapat dipahami oleh audience. Namun tidak semua orang bisa melakukan presentasi. Hal ini dikarenakan prosentasi dilakukan banyak orang, bahkan tidak jarang audience belum kenal sama sekali oleh presentator. Sehingga wajar jika presentator merasa gugup dan grogi yang akhirnya dapat mempengarui penampilannya di hadapan audience. Persiapan yang kurang sangat mempengaruhi seseorang ketika akan berpresentasi. Latihan dan memahami masalah yang akan dibahas terlebih dahulu, terkadang orang yang sudah mahirpun tetap akan merasa gugup pada awalnya. Ada beberapa trik dan tahap yang perlu diperhatikan dalam melakukan presentasi agar bisa lancar dan tidak terlalu gugup ataupun cangguang ketika mengahadapi audience.
Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau salah satu bentuk komunikasi. presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.
Presentasi juga adalah penyampaian suatu materi atau masalah kepada pendengar dan khalayak yang mengikuti presentasi. Presentasi dapat pula diartikan sebagai kegiatan seseorang yang berbicara di hadapan public, baik dalam kegiatan seminar, kuliah, mengajar di kelas, ataupun kegiatan sejenis. Orang yang menyampaikan presentasi disebut presentator atau presenter, sedangkan orang yang menghadiri presentasi disebut audience. Selain makalah, juga menyiapkan media/alat bantu yang diperlukan dalam presentasi. Kemudian latihan sebelum melakukan presentasi agar benar-benar siap dan menyesuaikan penyampaian materi dengan waktu yang disediakan.
1.1  Rumusan Masalah
1.1.1       Bagaimana persiapan dasar presentasi binis ?
1.1.2       Apa saja perlengkapan yang diperlukan dalam presentasi bisnis?
1.1.3       Bagaimana proses menganalisa audiens?
1.1.4   Bagaimana mempersiapkan percaya diri dan mental saat melakukan presentasi bisnis ?

1.2  Tujuan
1.2.1        Menjelaskan bagaimana persiapan dasar presentasi bisnis.
1.2.2     Mengidentifikasi perlengkapan yang diperlukan dalam presentasi bisnis.
1.2.3    Menganalisis audiens yang akan dihadapi dalam presentasi bisnis.
1.2.4    Menjelaskan cara mempersiapkan rasa percaya diri saat melakukan presentasi bisnis.











BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Persiapan Dasar
Presentasi yang baik haruslah didahului dengan persiapan yang matang, karena dengan melakukan persiapan setidaknya kita telah memiliki bahan yang akan kita sampaikan. Persiapan-persiapan tersebut meliputi :

1.      Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan. Berhasil atau tidaknya sebuah presentasi bergantung pa kemampuan pembicara dalam memahami setiap detail hal-hal yang terkan dung dalam isi materi presentasi. Ketidaksiapan terhadap materi yang akan dipresentasikan akan menghambat penyampaian pesan kepada audiens, serta akan memberikan image yang kurang baik bagi pembicara tersebut.

2.      Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik.
Presentasi yang baik bukan hanya terlihat dari isi materi yang disampaikan tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana cara membawakannya. Apabila penyampaian presentasi dilakukan secara menarik, maka audiens akan merasa senag. Terlebih jika pada saat presentasi pembicara menggunakan berbagai macam alat bantu sebagai penunjang presentasi, seperti OHP, LCD pojector, slide serta penggunaan audio visual.

3.      Menganalisis siapa audiens.
Agar tujuan presentasi dapat tercapai, maka pembicara perlu mengenal siapa sebenarnya yang menjadi audiens. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kata tanya seperti apa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana, maka pembicara akan dapat menidentifikasi tentang siapa sebenarnya audiens yang dimaksud.

4.      Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau tempat untuk presentasi.
Seorang pembicara harus mengenal lebih dekat dengan lingkungan lokasi atau tempat dimana ia akan melakukan presentasi. Pengenalan terhadap lokasi ataupun tempat akn sangat membantu pembicara dalam menyampaikan presentasi, penggunaan alat serta menentukan teknik penyampaian presentasi.

2.2  Alat Bantu Presentasi Bisnis
Alat bantu presentasi bisnis cukup banyak variasinya, mulai dari alat bantu presentasi yang konvensional sampai dengan yang modern atau kontemporer. Sebelum menggunakan alat bantu presentasi tersebut, sudah selayaknya apabila seorang pembicara memiliki kemampuan teknis operasional dan melakukan pemeriksaan sebelum alat bantu presentasi bisnis tersebut digunakan demi suksesnya suatu presentasi bisnis.
            Berbagai alat bantu presentasi bisnis mencakup antara lain: blackboard, whiteboard, flipcharts, transparansi overhead projector, slide, papan tulis elektronik, VCR, panel LCD projector. Masing-masing alat bantu presentasi bisnis tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan yang dapat dijelaskan berikut ini.

1. Papan Tulis Hitam dan Putih (Blackboard & Whiteboard)
Alat Bantu Presentasi Bisnis Papan tulis hitam (blackboard) merupakan salah satu alat bantu presentasi yang sudah cukup kuno, sehingga kini alat bantu tersebut relatif jarang digunakan. Selain papan tulis hitam, kini muncul papan tulis putih (whiteboard) yang banyak digunakan di berbagai perkantoran bisnis maupun nonbisnis. Sarana ini cocok untuk kegiatan-kegiatan seperti lokakarya, briefing, rapat rutin, maupun diskusi kelompok. Sarana ini memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan sebagai berikut.

● Keunggulan:
fleksibilitas dalam penulisannya;
kemudahan dalam melakukan koreksi;
dapat merangkum pendapat peserta maupun pembicara pada saat yang sama.

● Kelemahan:
tulisan tangan sering kali sulit dibaca;
pembicara menutupi peserta saat menulis;
pembicara tidak dapat menulis dan berbicara pada saat yang sama;
tersedianya papan tulis yang sangat terbatas sehingga apabila sudah penuh harus    dihapus dulu;
spidol sangat mengganggu dan sering mengering sehingga tak dapat dimanfaatkan secara optimal;
tidak efektif untuk peserta yang berjumlah lebih dari 15 orang.

2. Flip Charts
Flip charts adalah sebuah papan yang dilengkapi dengan lembaran-lembaran kertas berukuran besar. Apabila lembar kertas pertama sudah penuh, pembicara dapat membuka lembar berikutnya yang masih kosong dengan menyibak kertas tersebut atau menyobeknya. Sarana ini juga memiliki beberapa keunggulan dan kelemahannya.

● Keunggulan:
fleksibilitas dalam penulisan;
pembicara dapat mempersiapkan penulisannya sebelum presentasi;
pembicara dapat merujuk catatan (lembar kertas) sebelumnya;
biaya relatif murah;
bisa diletakkan di mana saja;


● Kelemahan:
sukar dibaca karena keterbatasan tulisan tangan;
pembicara sering menutupi peserta saat menulis;
pembicara tidak dapat menulis dan berbicara pada saat yang sama;
mutu kertas yang jelek dan kemungkinan spidol yang digunakan macet;
biasanya kertas flip charts hanya digunakan untuk sekali presentasi saja;
muncul suara berisik ketika mengganti lembar kertas;
tidak cocok untuk peserta yang lebih dari 20 orang.

3. Transparansi Overhead Projector
Transparansi OHP nampaknya merupakan alat bantu presentasi yang cukup populer bagi para pembicara. Di berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Genigraphics Corporation tahun 1987, sekitar 57% lembar transparansi dihasilkan dengan mesin fotokopi, dan selalu dibuat dengan mesin ketik atau bahkan teks tulisan tangan. Hanya 29% transparansi yang dibuat dari artwork dan 32% dari grafik komputer. Dengan semakin meluasnya teknologi komputer, semakin banyak orang dapat memanfaatkan kemampuan komputer untuk membuat tampilan grafik, gambar, bagan dan sejenisnya dengan kualitas hasil yang lebih baik.

● Keunggulan:
cepat dan murah jika menggunakan fotokopi;
dapat dibuat dengan artwork dengan kualitas tinggi, tetapi biayanya relatif Mahal;
layar tetap jelas meskipun dalam ruang yang terang;
visual dapat dioperasikan secara cepat dan mudah diubah meskipun beberapa saat sebelum presentasi dilakukan;
informasi dapat ditampilkan secara progresif meskipun secara manual;
overhead projector umumnya banyak tersedia di berbagai tempat pertemuan atau pelatihan.

● Kelemahan:
kualitas transparansinya jelek jika teksnya ditulis dengan tangan; umumnya hasil fotokopi adalah hitam dan putih;
pergantian secara manual sering kali mengganggu pembicara dan mengalihkan pembicaraan;
menimbulkan distorsi gambar manakala OHP tidak fokus;
kipas pada OHP sering kali berisik;
transparansi sangat peka dengan bekas sidik jari dan mudah rusak.

4. Slide
  Sekitar tahun 1980-an slide cukup populer bagi alat bantu presentasi bisnis. Slide dapat berupa foto, grafis, atau gabungan keduanya. Kualitas gambar dan tampilan yang disajikan dengan slide ini cukup baik, di samping juga mudah dan ringan membawanya. Dalam perkembangannya, slide yang berukuran 35 mm ini dapat dikombinasikan dengan personal computer (PC) dengan resolusi gambar berkualitas tinggi Berta dapat disimpan dalam disket.

● Keunggulan:
slide foto warna mudah pembuatannya;
slide grafis berkualitas tinggi dapat dihasilkan oleh PC;dapat dimungkinkan slide dengan 3D dan efek khusus lainnya;
daya tahan cukup tinggi;
terlindung dari sidik jari dan kerusakan jika disimpan dalam tempat penyimpanan yang terbuat dari kaca;
slide yang dihasilkan dari komputer dapat disimpan dalam disket; hasil cetakannya lebih kecil dan lebih portable.

Kelemahan:
proses produksi slide film 35 mm memerlukan waktu cukup lama; harganya relatif mahal.

5. Papan Tulis Elektronik
Papan tulis elektronik telah dikembangkan dengan menawarkan berbagai kemudahan yang banyak digunakan di kantor, konferensi, dan ruang pelatihan. Papan tulis elektronik tersebut memiliki motor elektrik untuk menggulung layar sehingga muncul bagian bersih yang barn, dan seterusnya. Layar papan tulis tersebut dapat dihubungkan dengan printer yang dapat mencetak tulisan yang ada di layar tersebut. Papan tulis elektronik cocok untuk kegiatan diskusi kecil atau sejenisnya. Sarana ini juga memiliki berbagai keunggulan dan kelemahan sebagaimana alat bantu lainnya.

● Keunggulan:
fleksibilitas dalam penulisan materi;
koreksi dapat dilakukan dengan mudah;
mampu menampilkan tulisan pembicara dan peserta pada layar tersebut;
hasil cetakan dapat disimpan maupun diedarkan kepada peserta.

● Kelemahan:
tulisan tangan;
peserta sering kali terhalang oleh pembicara saat menulis;
pembicara tidak dapat menulis dan berbicara pada saat bersamaan sehingga arus dan ritme terganggu;
hasil cetakan sering kali berkualitas rendah dan sukar dibaca jika tulisan tangannya memang jelek;
sering kali pembicara menghadapi kesulitan dalam operasionalnya.

6. Video Cassette Recorder (VCR)
  Video Cassette Recorder (perekam kaset video) dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan presentasi bisnis. Anda dapat merekam berbagai program pelatihan atau kegiatan-kegiatan tertentu sebagai bahan studi kasus, dalam format kaset video. Secara umum, kaset video memiliki tiga macam format yaitu PAL (digunakan di Australia, Selandia Baru, Inggris, Spanyol, Portugal, Norwegia, Swedia, Denmark, Finlandia, Austria, Belanda, Swiss, Afrika Selatan, Cina, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Indonesia); NTSC (digunakan di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Taiwan, Filipina, dan sejumlah negara Amerika Latin); SECAM (digunakan di Prancis, Jerman, Yunani, Timur Tengah, Mauritius, Cekoslovakia, Hongaria, Polandia, dan Rusia). Sarana ini juga memiliki keunggulan dan kelemahan.

● Keunggulan:
sangat praktis;
monitor TV dan VCR cukup banyak tersedia di perkantoran;
video dapat menambah penguasaan materi dan sekaligus hiburan;
tersedia pokok materi subjek secara lugs termasuk pelatihan perusahaan dan program motivasional.

● Kelemahan:
kualitas tampilan lebih rendah jika diproyeksikan dalam layar lebar;
perlu kecermatan dalam memilih peralatan dan jenis video yang akan digunakan;
untuk peserta yang relatif banyak, sarana video kurang efektif;
diperlukan tenaga ahli khusus untuk operator video.

7. Panel LCD Projector
Panel Liquid Crystal Display (LCD) memiliki kesamaan dengan layar komputer jenis laptop, yakni transparan. Untuk dapat beroperasi, layar LCD dihubungkan dengan port monitor bagian belakang komputer dan bertindak seperti layar komputer biasa yang menayangkan data atau gambar. Teknologi presentasi yang cukup canggih ini minimal memiliki sekitar 16,7 juta warna dengan kualitas tampilan gambar cukup baik. Panel LCD ini barn dapat berfungsi bila dihubungkan dengan personal computer (PC), baik dalam bentuk portable computer maupun desktop compu­ter. Panel LCD ini juga memiliki keunggulan dan kelemahan sebagaimana alat bantu presentasi lainnya.

● Keunggulan:
Proyeksi data secara langsung dari PC secara "real time"
Proyeksi langsung memungkinkan tingkat interaktifnya semakin tinggi;
Panel LCD dapat diletakkan di bagian atas dari proyektor overhead standar.

● Kelemahan:
Panel LCD versi lama cenderung menghasilkan kualitas gambar yang jelek;
Keterbatasan kualitas gambar dari proyektor overhead karena rendahnya kekuatan watt;

Itulah sejumlah alat bantu presentasi bisnis baik yang konvensional maupun yang sudah modern. Mahir menggunakan alat bantu tersebut sangat menentukan keberhasilan suatu presentasi bisnis.

2.3 Menganalisa Audience
            Analisis audiens adalah  ketikan Anda mempertimbangkan  semua unsur unsur yang terkait dalam mendefinisikan karakteristik demografs  (juga dikenal sebagai Demografi) audiens Anda  (McQuail, 1997).

            Demorafis secara luas digunakan oleh periklanan dan hubungan masyarakat profesional untuk menganalisis spesifik penonton sehingga produk atau ide-ide mereka akan membawa pengaruh. Namun, semua semua pembicara yang baik mempertimbangkan demografis karakteristik penonton mereka. Karakteristik demografi beberapa diantaranya etnis, usia, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, agama, dan tingkat pendidikan.

Cara Melakukan Pendekatan dalam Analisis Audien, beberapa diantaranya yaitu :

   

Direct Observation
Melakukan observasi langsung, observasi ini dilakaukan untuk mencari data kualitatif. Data kualitatif merupakan data yang berupa tulisan yang berisi tentang tingkah laku atau sifat manusia yang dapat diamatai  atau data yang tidak memerlukan literatur atau buku-buku untuk melakukan observasi tersebut. Dalam melakukan observasi ini kita hanya menggunakan lima alat indera kita. Observasi ini mmrupakan observasi yang paling mudah karena hanya mengandalkan alat indera kita saja.

Inference
Inference atau Memberikan kesimpulan merupakan perpanjangan logis dari direct observation. Setelah melakukan direct observation, kita membuat atau menarik kesimpulan mengenai audiens kita yang hadri pada saat melakukan pidato atau public speaking

Data Sampeling
Metode yang terakhir adalah data sampeling atau sampel data. Data sampeling ini kita memberikan angket atau kuisioner yang berupa pertanyaan atau pernyataan mengenai sebuah topik yang ingin diajukan oleh seorang yang akan melakukan public speaking dalam mencari tahu audiensnya. Data sampling menggunakan bukti statistik untuk mengukur dan menjelaskan karakteristik penonton.

Beberapa cara untukmelakukan data sampeling yaitu :
• Basic Quisioner
basic questionnaire adalah serangkaian pertanyaan lanjutan untuk menghasilkan data demografi dan sikap dari audiens. Basic quisioner atau kuiioner dasar ini sering digunakan oleh kebanyakan orang. Pertannyaannya yaitu berupa pertanyaan yang bentuknya seperti esay pada saat ulangan.


• Ordered Categories
Ordered Categories memberikan isian yang bersifat memerintah. Contohnya : “urutkan hal yang paling Anda sukai sampai yang paling Anda tidak sukai.” Kata yang bersifat perintah pada contoh tersebut yaitu kata “urutkan”. Tempat untuk mengisi perintah tersebut biasanya berderet ke bawah.

• Like-type Testing
Adalah ketika Anda membuat pernyataan, dan meminta Termohon (audiens) untuk mengukur kedalaman  sentimen mereka  terhadap pernyataan itu positif, negatif atau netral. Kuisioner ini berupa memberikan tanggapan atau persetujuan mengenai suatu haldengan cara memberikan rating angka 1-5.

Kategoi Analisis Audiens
• Situational analysis
Analisis situasi merupakan kategori dalam analisis audiens. Dalam analisis situasi, seorang public speaking harus melihat situasi saat akan melakukan pidato atau berbicara di depan publik. Dengan menganalisis situasi maka saat public speaking tidak akan terjadi miss komunikasi karena sudah mengetahui kondisi audiens sebelumnya.
• Demographic analysis
Analisis demografi merupakan analisis latar belakang audiens kita. Contohnya, suku, latar belakang pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, pendapatan, agama, ras, dan lain sebagainya.

• Psychological analysis
Analisis psikologi merupakan analisis yang dilakukan  terhadap audiens oleh seorang public speakers dengan tujuan untuk mengetahui sikap audiens seperti apa.



• Multicultural analysis
Analisis multi-budaya yaitu kita sebagai public speaker harus mengetahui budaya-budaya dari audiens kita supaya tidak menyinggung salahsatu budaya pada saat kita melakukan bicara di depan publik.

• Interest and knowledge analysis
Analisis yang terakhir merupakan analisis ketertarikan dan pengetahuan. Kita harus menganalisis audiens kita sejauh mana ketertarikan audiens kita terhadap topik yang akan dibawakan pada saat melakukan public speaking. Selain itu kita juga harus bisa menganalisis pengetahuan audiens kita sejauh mana, jangan sampai pengetahuan audiens lebih jauh dari kita mengenai topik tersebut. Jika hal tersebut terjadi, maka akan terjadi sikap mengabaikan si pembicara karena audiens merasa sudah mengetahui lebih jauh topik tersebut sehingga tidak terjadi ketertarikan akan topik tersebut.

2.4  Mempersiapkan Diri Dan Mental
Demam panggung, gugup, gerogi, malu berbicara di hadapan publik adalah hal yang biasa terjadi. Namun bagi pemimpin, baik itu di organisasi besar maupun organisasi kecil, harus bisa membiasakan diri dengan tampil di depan umum atau setidaknya tahu apa saja yang harus dilakukan saat tiba-tiba gugup. Berikut ini adalah hal-hal yang biasa terjadi saat akan melakukan presentasi dan bagaimana caranya agar bisa dikendalikan:

– Gemetar: tangan dan mulut yang gemetaran bukanlah disebabkan oleh adanya rasa takut. Itu merupakan suatu proses homeostatic dari badan yang membuang kelebihan energi. Janganlah mencoba mengendalikan proses ini dengan mencengkeram mimbar atau memasukan tangan ke dalam saku. Apabila hal itu terjadi, sebenarnya akan semakin memperparah masalah. Gunakan kelebihan energi tersebut secara positif dengan melakukan gerakan tubuh yang termotivasi oleh apa yang sedang disampaikan kepada audiens. Biarkan gerakan-gerakan itu terjadi secara wjar.
– Bicara terpus-putus: jika saat presentasi bisnis seorang pembicara kehilangan urutan pemikiran atau terputus-putus, sebaiknya lepaskan kontak mata dengan audiens, ambil nafas dalam-dalam, hembuskan nafas secara perlahan-lahan, sambal melihat catatan-catatan kecil. Selanjutnya, fokuskan perhatian pada apa yang sedang disampaikan, dan bukannya apa yang terlupakan.

– Mulut kering: jika pada saat pembicara melakukan presentasi bisnis dan terasa mulut kering, sebaiknya segera minta disediakan segelas air minum dengan cara langsung atau tidak langsung. Hindari mengunyah permen atau sejenisnya karena dapat mengganggu artikulasi (pengucapan kata) dan dapat tertelan tanpa sengaja.

– Tenggorokan tersumbat: belajarlah menguap diam-diam sambil tundukan kepala, katupkan bibir, buka bagian belakang tenggorokan, dan Tarik udara masuk lewat hidung. Cara tersebut merupakan salah satu bentuk latihan untuk melepaskan ketegangan yang terbentuk dalam tenggorokan.

– Tersengal-sengal: tundukan kepala dan alihkan focus dari audiens. Lipatkan lengan kiri menyilang bagian bawah perut, kendurkan bahu, Tarik nafas dalam-dalam ke bagian bawah perut, dan hembuskan nafas perlahan-lahan lewat bibir.












BAB III
PENUTUP

  3.1    Simpulan
Presentasi bisnis kerap kali dilakukan dalam dunia bisnis, baik dalam kaitannya dengan masalah pemasaran, keuangan, personalia, produksi, dan teknologi informasi. Oleh karena itu, mereka perlu memerhatikan berbagai faktor yang dapat menunjang keberhasilan presentasi secara efektif.
Presentasi bisnis memiliki empat tujuan utama yaitu menginformasikan pesan-pesan bisnis, menghibur audiens, menyentuh emosi audiens, dan memotivasi audiens untuk melakukan sesuatu. Meskipun dalam prakteknya, suatu perusahaan dapat saja bertujuan untuk sekedar menyampaikan pesan-pesan bisnis tertentu bagi audiens.
Sebelum melakukan presentasi bisnis perlu dipersiapkan beberapa hal seperti penguasaan materi yang ingin disampaikan, penguasaan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa audiens dan menganalisis lingkungan tempat berlangsungnya presentasi bisnis.
Alat bantu presentasi bisnis yang ada di pasar saat ini cukup banyak variasinya mulai dari yang paling sederhana sampai pada alat bantu visual elektronik dengan teknologi canggih. Sebagai sarana pendukung dalam presentasi bisnis, alat bantu itu diharapkan mampu memperjelas pemahaman para audiens dalam menangkap suatu materi dan menarik bagi audiens.
Dalam melakukan presentasi bisnis, seorang presenter sebaiknya melakukan analisis audiens baik yang berkaitan dengan apa, siapa, kapan, dan bagaimana presentasi bisnis itu dilakukan. Selain itu, perlu juga seorang presenter menganalisis bahasa tubuh yang sebaiknya digunakan, serta peninjauan lokasi secara sekilas.
Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah bagaimana berupaya untuk selalu menumbuhkan rasa percaya diri dan berlatih melakukan presentasi bisnis.



3.2       Saran
Setelah mengetahui tentang berbagai tujuan, tahapan serta bagaimana cara melakukan presentasi bisnis, kita diharapkan dapat melakukan presentasi bisnis dengan baik dan benar.



DAFTAR PUSTAKA

http://ngurahobelixs.blogspot.co.id/2016/11/presentasi-bisnis.html
http://situkangtugas.blogspot.co.id/2014/10/tugas-kelompok-makalah-komunikasi.html
http://tipsserbaserbi.blogspot.co.id/2015/03/alat-bantu-presentasi-bisnis.html
http://treeilham.blogspot.co.id/2016/03/cara-menganalisis-audiens.html
http://belajarpsikologi.com/kata-pengantar-contoh-kata-pengantar/
https://cucusarnika95.wordpress.com/2016/06/06/bab-x-presentasi-bisnis/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ilmu Budaya Dasar - Bab IV

Etika Bisnis.